Laut Kaspia atau Laut Mazandaran merupakan sebuah laut yang terkurung daratan antara Asia dan Eropa (Rusia Eropa). Laut Kaspia merupakan kumpulan air terbesar di daratan, dengan luas permukaan 371.000 km², dan oleh karena itu memiliki karakteristik yang dimiliki oleh laut dan danau. Laut Kaspia sering digolongkan sebagai danau terbesar dunia, meskipun ia tidak mengandung air tawar.
Laut Kaspia dibatasi oleh Russia (Dagestan, Kalmykia, Oblast Astrakhan), Azerbaijan, Iran (provinsi Guilan, Mazandaran dan Golestan), Turkmenistan, dan Kazakhstan, dengan "steppe" Asia Tengah di utara dan timur. Pada sisi timur Turkmen terdapat sebuah "embayment" besar, Kara Bogaz Gol.
Laut ini dihubungkan dengan Laut Azov melalui Terusan Manych.
welcome to my blog
welcome/
welcome
Surya Pramana
Senin, 09 Januari 2012
Kamis, 29 Desember 2011
People for the Ethical Treatment of Animals(PETA)
People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) is an American animal rights organization based in Norfolk, Virginia, and led by Ingrid Newkirk, its international president. A non-profit corporation with 300 employees and two million members and supporters, it claims to be the largest animal rights group in the world. Its slogan is "animals are not ours to eat, wear, experiment on, or use for entertainment."[1]
Founded in March 1980 by Newkirk and fellow animal rights activist Alex Pacheco, the organization first caught the public's attention in the summer of 1981 during what became known as the Silver Spring monkeys case, a widely publicized dispute about experiments conducted on 17 macaque monkeys inside the Institute of Behavioral Research in Silver Spring, Maryland. The case lasted ten years, involved the only police raid on an animal laboratory in the United States, triggered an amendment in 1985 to that country's Animal Welfare Act, and established PETA as an internationally known organization.[2] Since then, in its campaigns and undercover investigations, it has focused on four core issues—opposition to factory farming, fur farming, animal testing, and animals in entertainment—though it also campaigns against fishing, the killing of animals regarded as pests, the keeping of chained backyard dogs, cock fighting, dog fighting, and bullfighting.[3]
The group has been the focus of criticism from inside and outside the animal rights movement. Newkirk and Pacheco are seen as the leading exporters of animal rights to the more traditional animal protection groups in the United States, but sections of the movement nevertheless say PETA is not radical enough—law professor Gary Francione calls them the new welfarists, arguing that their work with industries to achieve reform makes them an animal welfare, not an animal rights, group.[4] Newkirk told Salon in 2001 that PETA works toward the ideal, but tries in the meantime to provide carrot-and-stick incentives.[5] There has also been criticism from feminists within the movement about the use of scantily clad women in PETA's anti-fur campaigns, and criticism in general that the group's media stunts trivialize animal rights. Newkirk's view is that PETA has a duty to be "press sluts".[6]
Outside the movement, the confrontational nature of PETA's campaigns has caused concern, as has the estimated 85% of animals it euthanizes.[7] PETA was further criticized in 2005 by United States Senator Jim Inhofe for having given grants several years earlier to Animal Liberation Front (ALF) and Earth Liberation Front (ELF) activists, two groups that the Federal Bureau of Investigation has identified as agents of domestic terrorism.[8] PETA responded that it has no involvement in ALF or ELF actions and does not support violence, though Newkirk has elsewhere made clear that she supports the removal of animals from laboratories and other facilities, including as a result of illegal direct action.[9]
Founded in March 1980 by Newkirk and fellow animal rights activist Alex Pacheco, the organization first caught the public's attention in the summer of 1981 during what became known as the Silver Spring monkeys case, a widely publicized dispute about experiments conducted on 17 macaque monkeys inside the Institute of Behavioral Research in Silver Spring, Maryland. The case lasted ten years, involved the only police raid on an animal laboratory in the United States, triggered an amendment in 1985 to that country's Animal Welfare Act, and established PETA as an internationally known organization.[2] Since then, in its campaigns and undercover investigations, it has focused on four core issues—opposition to factory farming, fur farming, animal testing, and animals in entertainment—though it also campaigns against fishing, the killing of animals regarded as pests, the keeping of chained backyard dogs, cock fighting, dog fighting, and bullfighting.[3]
The group has been the focus of criticism from inside and outside the animal rights movement. Newkirk and Pacheco are seen as the leading exporters of animal rights to the more traditional animal protection groups in the United States, but sections of the movement nevertheless say PETA is not radical enough—law professor Gary Francione calls them the new welfarists, arguing that their work with industries to achieve reform makes them an animal welfare, not an animal rights, group.[4] Newkirk told Salon in 2001 that PETA works toward the ideal, but tries in the meantime to provide carrot-and-stick incentives.[5] There has also been criticism from feminists within the movement about the use of scantily clad women in PETA's anti-fur campaigns, and criticism in general that the group's media stunts trivialize animal rights. Newkirk's view is that PETA has a duty to be "press sluts".[6]
Outside the movement, the confrontational nature of PETA's campaigns has caused concern, as has the estimated 85% of animals it euthanizes.[7] PETA was further criticized in 2005 by United States Senator Jim Inhofe for having given grants several years earlier to Animal Liberation Front (ALF) and Earth Liberation Front (ELF) activists, two groups that the Federal Bureau of Investigation has identified as agents of domestic terrorism.[8] PETA responded that it has no involvement in ALF or ELF actions and does not support violence, though Newkirk has elsewhere made clear that she supports the removal of animals from laboratories and other facilities, including as a result of illegal direct action.[9]
Rabu, 14 Desember 2011
Jigoku Sensei Nube
Nube: Guru Ahli Roh, dengan judul asli Jigoku Sensei Nube (地獄先生ぬ~べ~ Jigoku Sensei Nūbē?), adalah serial manga yang diciptakan atas kerjasama dari seorang penulis bernama Shou Makura dan seniman bernama Takeshi Okano dalam majalah komik Weekly Shonen Jump terbitanShueisha. Serial ini terdiri dari 276 bab (tidak termasuk bab tambahan dimana tokoh "Nube" dikenal sebagai "Nubo") dari edisi 38, 1993 sampai edisi 24, 1999. Serial anime Nube dengan 48 episode yang berdasarkan manga dengan judul yang sama diciptakan oleh Toei Animation, dan disiarkan dari tahun 1996 sampai 1997, ditayangkan oleh Animax dan TV Asahi. Anime tersebut menghasilkan tiga film dan tiga episode OAV. Di Indonesia, manga tersebut diterbitkan oleh m&c, dan serial animenya ditayangkan oleh TV7 (sebelum menjadi Trans7).
Umumnya cerita dalam manga ini mengambil latar di kota Dōmori. Tokoh utama dalam cerita tersebut adalah Meisuke Nueno (鵺野鳴介 Nueno Meisuke?), dengan nama panggilan Nūbē (ぬ~べ~?), wali kelas 5-3 di SD Dōmori (童守小学校 Dōmori Shōgakkō?). Selain sebagai seorang guru, Nube juga merupakan seorang ahli roh, dan sering melindungi kota Dōmori dari gangguan roh jahat dengan meminjam kekuatan setan yang terkurung dalam tangan kirinya – tangan yang ia sebut "Tangan Setan" (鬼の手 Oni no Te?) – karena tangan tersebut berbeda dengan tangan manusia biasa.
Patrio
Patrio adalah grup lawak Indonesia yang namanya merupakan singkatan dari ketiga anggotanya: Parto, Akri, dan Eko.
Grup ini berdiri pada tanggal berdiri 10 November 1994. Mereka pertama mencapai ketenaran nasional lewat acara televisi Ngelaba di stasiun TPI (kiniMNCTV). Setelah nama mereka populer, masing-masing anggota sering mendapat pekerjaan untuk manggung sendiri-sendiri. Meski demikian, mereka tetap berkomitmen untuk Patrio.
Eksistensi mereka juga diwarnai atas keberhasilan trio pengocok perut ini mempertahankan "Ngelaba" sebagai top program komedi selama 13 tahun. Atas prestasi ini MURI (Museum Rekor Indonesia) memasukkan nama Patrio dalam buku rekornya
Indro(WARKOP)
Drs. H. Indrojoyo Kusumonegoro (lahir di Purbalingga, Jawa Tengah, 8 Mei 1958; umur 53 tahun) yang akrab disapa dengan sebutan Indro, adalah seorang aktor dan anggota grup lawak Warkop yang terkenal di era 1980 sampai 1990-an. Pendidikan terakhirnya adalah sarjana ekonomi di Universitas Pancasila, Jakarta. Hobinya adalah berkendara dan melakukan tur dengan motor Harley Davidson. Ia beragama Islam dan bertinggi badan kira-kira 175 cm.
Karate
Karate (空 手 道) adalah seni bela diri yang berasal dari Jepang. Seni bela diri karate dibawa masuk ke Jepang lewat Okinawa. Seni bela diri ini pertama kali disebut "Tote” yang berarti seperti “Tangan China”. Waktu karate masuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu sedang tinggi-tingginya, sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah kanji Okinawa (Tote: Tangan China) dalam kanji Jepang menjadi ‘karate’ (Tangan Kosong) agar lebih mudah diterima oleh masyarakat Jepang. Karate terdiri dari atas dua kanji. Yang pertama adalah ‘Kara’ 空 dan berarti ‘kosong’. Dan yang kedua, ‘te’ 手, berarti ‘tangan'. Yang dua kanji bersama artinya “tangan kosong” 空手 (pinyin: kongshou).
Menurut Zen-Nippon Karatedo Renmei/Japan Karatedo Federation (JKF) dan World Karatedo Federation (WKF), yang dianggap sebagai gaya karate yang utama yaitu:
Keempat aliran tersebut diakui sebagai gaya Karate yang utama karena turut serta dalam pembentukan JKF dan WKF.
Namun gaya karate yang terkemuka di dunia bukan hanya empat gaya di atas itu saja. Beberapa aliran besar seperti Kyokushin , Shorin-ryu danUechi-ryu tersebar luas ke berbagai negara di dunia dan dikenal sebagai aliran Karate yang termasyhur, walaupun tidak termasuk dalam "4 besar WKF".
Di negara Jepang, organisasi yang mewadahi olahraga Karate seluruh Jepang adalah JKF. Adapun organisasi yang mewadahi Karate seluruh dunia adalah WKF (dulu dikenal dengan nama WUKO - World Union of Karatedo Organizations). Ada pula ITKF (International Traditional Karate Federation) yang mewadahi karate tradisional. Adapun fungsi dari JKF dan WKF adalah terutama untuk meneguhkan Karate yang bersifat "tanpa kontak langsung", berbeda dengan aliran Kyokushin atau Daidojuku yang "kontak langsung".
Latihan dasar karate terbagi tiga seperti berikut:
- Kihon, yaitu latihan teknik-teknik dasar karate seperti teknik memukul, menendang dan menangkis.
- Kata, yaitu latihan jurus atau bunga karate.
- Kumite, yaitu latihan tanding atau sparring.
Pada zaman sekarang karate juga dapat dibagi menjadi aliran tradisional dan aliran olah raga. Aliran tradisional lebih menekankan aspek bela diri dan teknik tempur sementara aliran olah raga lebih menumpukan teknik-teknik untuk pertandingan olah raga.
Taekwondo
Taekwondo (juga dieja Tae Kwon Do, Taekwon-Do) adalah olahraga bela diri asal Korea yang juga populer di Indonesia, olah raga ini juga merupakan olahraga nasional Korea. Ini adalah seni bela diri yang paling banyak dimainkan di dunia[rujukan?] dan juga dipertandingkan di Olimpiade. Taekwondo di Indonesia semakin populer sejak dipromosikan secara besar-besaran oleh Saseong Nim Daxon Joetandi (Dan VII Kukkiwon), seorang bankir profesional yang terkenal sebagai pemegang sabuk hitam termuda di Indonesia sejak berumur 7 tahun.
Dalam bahasa Korea, hanja untuk Tae berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti "tinju"; dan Do berarti "jalan" atau "seni". Jadi, Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan kaki" atau "jalan" atau "cara kaki dan kepalan". Popularitas taekwondo telah menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk. Seperti banyak seni bela diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela diri, olahraga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat.
Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai organisasi taekwondo, seni ini pada umumnya menekankan tendangan yang dilakukan dari suatu sikap bergerak, dengan menggunakan daya jangkau dan kekuatan kaki yang lebih besar untuk melumpuhlan lawan dari kejauhan. Dalam suatu pertandingan, tendangan berputar, 45 derajat, depan, kapak dan samping adalah yang paling banyak dipergunakan; tendangan yang dilakukan mencakup tendangan melompat, berputar, skip dan menjatuhkan, seringkali dalam bentuk kombinasi beberapa tendangan. Latihan taekwondo juga mencakup suatu sistem yang menyeluruh dari pukulan dan pertahanan dengan tangan, tetapi pada umumnya tidak menekankangrappling (pergulatan).
Langganan:
Postingan (Atom)